Keliru Bila Pilih Istri Karena Kaya dan Cantik Semata

Judul wacana di atas bukan hanya sebuah peringatan bagi para pemuda yang ingin menikah, tapi juga sebuah realita yang tidak dapat dihindari, menyangkut bahaya bagi sang pemuda maupun generasi yang akan dilahirkan kelak. Tulisan ini betul-betul banyak terjadi di masyarakat dan sebuah kewaspadaan harus ditempuh agar pemuda mau berpikir sematang-matangnya bila hendak meminang pemudi karena alasan kekayaan dengan harapan bisa menumpang hidup dari kekayaan calon istri. Walaupun tidak sepenuhnya di dunia ini semua anak perempuan “the have” akan menyusahkan suami, karena sedikit contoh ada juga perempuan dari keturunan berada termasuk wanita shalihah atau baik akhlaknya. Mungkin contoh Khadijah adalah salah satu wanita itu.

Ada beberapa dalih yang dituturkan para pemuda miskin/sederhana yang ingin menikahi pemudi kaya. Ada yang
beralasan, ingin menjadi pelindung istri dan meperoleh masa depan lebih baik. Alasan ini sangat banyak dipakai.

Banyak kasus perceraian terjadi adalah karena masalah ekonomi keuangan keluarga. Bukan hanya karena kurang, tapi karena terlalu berlebih, hingga istri yang berasal dari keluarga kaya, terbiasa hidup mewah, memanjakan diri, tidak bisa menyesuaikan diri atau proses adaptasi yang susah dengan suami yang terbiasa hidup sederhana.

Dalam waktu kurang satu tahun, seorang teman, sebut saja Erwin, hanya mampu bertahan dengan Diah, anak
perempuan seorang konglomerat. Erwin adalah adik kelas SMA saya saat di Semarang. Kami sering bertegur sapa lewat chatting. Erwin berasal dari keluarga sederhana, ayahnya seorang PNS yang mengandalkan hidup dari gaji bulanan berkisar lima ratus ribu setiap bulannya. Erwin termasuk tampan dan supel. Karena kelebihan itulah, Erwin disukai banyak gadis. Salah satunya adalah Diah. Perkenalan Erwin dan Diah terjadi tanpa sengaja di sebuah perbelanjaan, tempat Erwin bekerja sebagai pegawai supermarket itu. Mirip kisah sinetron. Diah berbelanja banyak, hingga kereta belanja penuh dan ada kantung belanjaannya yang jatuh. Erwin yang melintas pun membantu. Merekapun berkenalan. Semakin hari, Diah yang jatuh cinta pada Erwin semakin tertarik pada Erwin. Hingga akhirnya Diah menembak keberanian Erwin untuk melamarnya. Keduanya pun menikah resmi disaksikan kedua belah pihak keluarga.

Saya mengenal Diah tidak banyak. Yang saya ketahui, ayah Diah adalah milyurner terkenal di Jawa Tengah. Dari bisnis kontraktor, bank perkreditan, hotel, restaurant, ekspor impor non migas, SPBU, sampai bisnis makanan. Pendek kata, Diah tinggal tunjuk apa saja, maka sekejap akan jadi miliknya.

Otomatis, hidup Erwin berubah. Dari terbiasa naik angkot, kini naik mobil mewah. Pergaulan bergeser arah. Kaum jetset sudah harus banyak disambanginya. Dan ini membuat Erwin sedikit malu. Erwin bukan orang kuliahan. Bukan sarjana. Maka kekikukan muncul ketika Erwin tidak bisa menjawab pertanyaan dari teman dan sejawat bapak Diah tentang bisnis.

Permasalahan baru muncul, ternyata sejak sebelum nikah, Diah adalah pemakai narkoba. Ini Erwin ketahui ketika tanpa sengaja, Erwin melihat gelagat aneh Diah yang tengah malam sedang nyabu di ruangan khusus kerja Diah. Akhirnya pertengkaran – pertengkaran kecil kerap muncul. Hingga puncaknya Erwin menchatt saya. Ia menulis, “Saya tidak tahan, mas. Diah anak manja. mungkin saya masih bisa hadapi kemanjaannya. Tapi, kata-katanya, sikap dan akhlaknya sangat merendahkan saya. Itu juga sering dilakukan didepan karyawan dan teman-temannya. Di rumah saya sering dipukuli, ditendang, ditampar bahkan diludahi. Katanya , saya ini tidak modal kok berani nikah.”

Akhirnya Erwin lari ke rumah orangtuanya lagi.


Pernah sekali , teman Erwin juga cerita pada saya. Ia pernah melihat Erwin sedang mencuci baju Diah dan anaknya, tapi Diah mabuk, marah dan menendang Erwin dari belakang. Teman Erwin itu sedang bertamu dan mencari Erwin. Karena tidak dibukakan pintu, si teman erwin masuk nyelonong dan melihat adegan Erwin disiksa Diah. Teman Erwin sampai menangis melihat Erwin disiksa istrinya itu.

Sungguh malang nasib Erwin.

Lain lagi kisah Romy, teman bisnis saya. Romy yang mantan pegawai dan menjadi pebisnis sukses ini juga harus menelan kenyataan pahit, ketika menikah dengan Susi, anak pengusaha terkenal di Jawa Timur. Bisnis yang dibangun Romy adalah modal dari Susi. Susi sering mengungkit-ungkit masalah modal ini. “Kalau nggak karena saya, kamu tetap kere ! Jangan lupa itu ! “, kata Susi bila Romy mengingatkan akan pentingnya ibadah shalat untuk Susi. Susi merasa digurui. Ia merasa terkekang ketika Romy memintanya berjilbab dan shalat. Hingga rumah tangga keduanya pun bubar, karena keegoisan Susi. Harta Romy ludes dipakai untuk menutupi kebiasaan Susi beli dan belanja barang mewah. Romy pun kembali hidup menjadi pemuda miskin.

Banyak kasus yang saya pernah diceritakan teman-teman dunia maya maupun nyata kepada saya. Walau tidak sepenuhnya itu 100% terjadi pada pasangan muda, tapi kita wajib mengingatkan kepada para pemuda. Untuk berhati-hati bila meminang jodoh wanita kaya, sedang pemuda berasal dari keluarga sederhana. Harus cukup mental, cukup bekal bila hendak meminang seorang wanita. Buat komitmen pernikahan untuk selamanya.

Memang tidak semua perempuan kaya berkelakuan buruk. Ada juga yang baik dan beretika. Sanggup menghargai suaminya yang sederhana.

Namun, waspada saja, bila tiba-tiba perempuan kaya itu mendesak agar anda segera menikahinya. Jangan sampai pernikahan terjadi hanya karena mengejar status, harta, bahkan ada teman yang pernah berujar, “Jangan sampai
seorang pemuda hanya dijadikan seorang produsen sperma saja. Yang penting punya anak dan sudah merasakan
berumahtangga, karena takut hartanya jatuh pada pemuda itu, maka dicari segala cara, agar suami nya tidak betah,
tiap hari bertengkar dan harus cerai. Perempuan egois ini hanya menghendaki sperma saja bukan cinta suami”

Aduh sungguh mengerikan kisah-kisah ini.

Saya pun berbagi kisah-kisah ini karena juga tidak menghendaki pada anak-anak kita. Berumah tangga didasari komitmen, cinta , kasih sayang dan pengertian ternyata belum bisa dipahami gadis-gadis kaya dan berstatus tinggi. Mereka mungkin sudah diracuni prinsip ekonomi bisnis untung rugi. Bila suami merugikan, pecat !

Astaghfirullah, ini saya takut. Benar-benar akhir zaman.

Bapak Ibu, jangan biarkan anak lelaki anda menikah tanpa bekal hidup yang cukup. Beri mereka pengertian, jodoh yang seimbang , baik status ekonomi dan perilaku terpuji gadis sangat diperlukan untuk bisa membangun keluarga sakinah, mawwaddah, warrohmah.

Harta bukan tujuan utama. Ia bisa dicari tapi tidak bisa dibawa mati.

Ada batasan penting yang dilupakan para pemuda, bahwa akhlak perilaku gadis baik dan sederhana lebih penting daripada harta kekayaan dan kecantikan seorang gadis.

Semoga anak-anak lelaki kita beruntung mendapatkan gadis idamannya kelak.

Salam

 

Sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2012/03/25/keliru-bila-pilih-istri-karena-kaya-dan-cantik-semata-444760.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s