BELAJAR DARI CACING


Saya bukan mengajak untuk bisnis cacing atau belajar anatopi cacing seperti dalam pelajaran biologi.  Tapi dalam konteks satu hal dalam kehidupan bahwa seperti yang kita ketahui cacing adalah makhluk yang saya anggap lemah, kenapa saya katakan lemah? Karena secara fisik, cacing tidak mempunyai tulang dan tidak mempunyai senjata mempertahankan diri. Lain lagi seekor ular, walau badannya sama dengan cacing, yang sama-sama tidak mempunyai tulang, tapi ular mempunyai bisa yang mematikan sebagai alat pertahanannya. Dengan kelebihan ular itu, makhluk lain bisa dibuat segan dan bisa ditaklukkan dengan sekali gigit.

 

Banyak ungkapan pada masyarakat seperti “kayak cacing kepanasan”, “cacing aja menggeliat kalau diinjak” dan banyak lagi. Ini adalah fakta yang terjadi pada makhluk kecil yang lemah dan tidak berdaya tapi punya upaya untuk membela diri. Kita wajib mencontoh apa yang telah dilakukan oleh cacing dalam hidupnya. Dia mau berkotor-kotor mencari makanan di dalam tanah dengan bertemu bau dan rasa yang tidak enak. Dan dengan kekuatan badan yang lemah akan menjadi tantangan tersendiri bagi dia dalam menghadapi hidup.

Kadang-kadang dia mengalami kondisi sulit, yang tidak pada tempatnya, misalnya batu yang panas atau tanah yang panas. Karena badannya yang lemah sehingga buat lambat dalam berjalan dan tidak mempunyai pertahanan untuk itu, tapi dia berusaha untuk keluar atau berlari dari kondisi itu. Dan dalam hal ini kita dapat mengambil pelajaran dari seekor cacing, bahwa hanya seekor cacing saja punya upaya dan kemauan keras untuk keluar dari kondisi yang tidak nyaman dan menyakitkan. Dia berusaha pindah ke tempat yang baik, dan mengoptimalkan diri dengan segala potensinya.

 

Manusia pastinya juga mengalami kondisi yang sama seperti cacing itu, suatu saat manusia akan mengalami kondisi yang tidak menyenangkan dan tidak memuaskan. Kadang kita akan mengalami kondisi terpuruk atau disudutkan, harus memilih dan menentukan. Kesulitan terjadi karena memang kita dalam kondisi tidak mampu atau mampu yang menurut kita tidak ada pilihan. Oleh karena itu kita wajib berusaha dan berusaha untuk lari dari kondisi yang tidak menguntungkan atau tidak menyenangkan.

Alloh SWT member banyak kelebihan dan kekuatan, mansia diberi akal dan kekuatan fisik yang lebih dari makhluk lain walaupun ada makhluk yang lebih buat dari manusia. Tetapi anugrah terbesar kita adalah kita diberi akal atau pikiran untuk berusaha mempertahankan diri atau membela diri.  Sehingga tidak ada kata “TIDAK BISA” atau “TIDAK MAMPU”, harus nyakin dan mau untuk menggunakan akal dalam berfikir  menemukan jalan keluarnya.  Cacing aja kalau diinjak menggeliat atau memberontak dengan caranya, apalagi manusia yang diberi akal tentunya harus lebih bisa memberontak dan mencari jalan keluar untuk keluar dari masalah dan tekanan yang ada. Semoga bermanfaat dan menjadi jalan untuk berjiwa besar dan berkarya besar, salam the real solver

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s