GUBERNUR versus PEDAGANG BUAH

Suatu hari Gubernur blusukan ke pasar Kramat Jati. Di situ dia bertemu pedagang semangka, cewek asli Madura Atun namanya.
Gubernur: “Bu … semangkanya manis ya …?”

Atun dengan logat Madura yang kental menyahut:
“Dooo… Juragan Gobernor, ya meste manis kayak senyum saya tak iye …”

Gubernur: “Semangkanya merah ya Bu …?”

Atun: “Paste merah Juragan Gobernor, kalo poteh bengkoang namanya …”

Gubernur merogoh saku bajunya mengambil 2 lembar uang ratusan ribu: “Ya sudah saya beli dua kalo begitu, permisi…”, lalu melanjutkan inspeksi sambil menenteng 2 buah semangka.

Ketika naik tangga, tak sengaja semangka tersebut terjatuh dan pecah. “Eh ternyata warnanya gak begitu merah ya, agak pucat …”, gumam Gubernur dalam hati.

Selesai blusukan, Gubernur sengaja lewat lagi ke kios Atun.

“Bu … semangkanya nggak merah kok, pucet …”, goda Gubernur.

“Kenapaaa joragan Gobernoorrr, sudah dimakan ya semangkanya …” tanya Atun.

“Enggak sempet, wong tadi terjatuh dari tangga kok …”

“Dooo Joragan Gobernoor, jangankan semangka, sampeyan sendiri kalo jatoh dari tangga pasti pucet Joragan Gobernoor …”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s