<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>qurratu ayun blog</title>
	<atom:link href="http://ayunaja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ayunaja.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Dec 2010 03:31:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ayunaja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>qurratu ayun blog</title>
		<link>http://ayunaja.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ayunaja.wordpress.com/osd.xml" title="qurratu ayun blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ayunaja.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kata Bijak Pepatah CIna</title>
		<link>http://ayunaja.wordpress.com/2010/12/14/kata-bijak-pepatah-cina/</link>
		<comments>http://ayunaja.wordpress.com/2010/12/14/kata-bijak-pepatah-cina/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2010 03:31:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayunaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayunaja.wordpress.com/2010/12/14/kata-bijak-pepatah-cina/</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang yang memperlakukan orang dengan kasih dan berkemanusiaan akanbertindak sesuai kebenaran. Ia tidak akan membiarkan orang lain mempengaruhinyatetapi ia membuat fondasi hidupnya sendiri. Mengapa membiarkan diri terjebakkemasyuran dan kekayaan ? &#8211; Pepatah Cina Tujuan memperoleh pengetahuan adalah memelihara karakter seseorang. Tetapi orangyang hanya mengejar pengetahuan sebagai tujuan akhir, akan kehilangan maknapendidikan. &#8211; Pepatah Cina Sifat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=17&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seseorang yang memperlakukan orang dengan kasih dan berkemanusiaan akan<br />bertindak sesuai kebenaran. Ia tidak akan membiarkan orang lain mempengaruhinya<br />tetapi ia membuat fondasi hidupnya sendiri. Mengapa membiarkan diri terjebak<br />kemasyuran dan kekayaan ? &#8211; Pepatah Cina</p>
<p>Tujuan memperoleh pengetahuan adalah memelihara karakter seseorang. Tetapi orang<br />yang hanya mengejar pengetahuan sebagai tujuan akhir, akan kehilangan makna<br />pendidikan. &#8211; Pepatah Cina</p>
<p>Sifat manusia pada dasarnya baik tetapi sering di tutup keinginan-keinginan,<br />sehingga mendadak kehilangan daya lihatnya. &#8211; Pepatah Cina</p>
<p>Ditolong orang lain dan berbuat salah, tidak boleh dilupakan. Sebaliknya<br />menolong orang dan diperlakukan tidak baik harus dilupakan. Inilah hukum<br />hubungan yang harmonis. -Pepatah Cina</p>
<p>Jika pengetahuan di gunakan dengan baik, akan bermanfaat. Tetapi orang jahat<br />akan menggunakan pengetahuan pengetahuan untuk berbuat kejahatan. &#8211; Pepatah Cina</p>
<p>Setiap kebenaran bermakna tetap dan nyata. Tujuan belajar adalah memahami<br />semangatnya dan bukan hasilnya. &#8211; Pepatah Cina</p>
<p>Bila seseorang merasa sedih, ia harus bangkit untuk tak kehilangan harapan. Bila<br />masalah teratasi, akan ada damai di hati. Seseorang yang congkak lupa rintangan<br />dan mengalami kemunduran. -Pepatah Cina</p>
<p>Bila ditarik, yang bungkuk tidak dapat di rentangkan lagi. Bila penuh, bulan<br />tidak dapat lebih terang lagi. Orang yang tahu batas tahu rasa puas. Ia tidak<br />jauh dari jalannya. &#8211; Pepatah Cina</p>
<p>Baik buruknya segala sesuatu di dunia, tergantung pandangan seseorang. &#8211; Pepatah<br />Cina</p>
<p>Mereka yang berbuat buruk dan takut ketahuan hati nuraninya tertekan. Mereka<br />harus diberi kesempatan bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Mereka yang<br />berjasa dengan berharap pujian, pada dasarnya busuk. &#8211; Pepatah Cina</p>
<p>Jangan takut bila punya salah dan kekurangan. Lebih buruk lagi bila tahu salah<br />tetapi tidak memperbaikinya. &#8211; Pepatah Cina</p>
<p>Bila ketamakan muncul, pengetahuan intuitif seseorang tentang yang baik ambruk.<br />Maka ia tak dapat membedakan benar dan salah sehingga muncul ketidak-acuhan dan<br />kebodohan. &#8211; Pepatah Cina</p>
<p>Godaan dari luar membuat seseorang lupa daratan sedangkan ketamakan membuat<br />orang bodoh. Orang harus waspada selalu agar kemurnian sifatnya terpelihara. -<br />Pepatah Cina</p>
<p>Surga dan neraka bukanlah tempat dimana orang akan pergi setelah mati, melainkan<br />di sini dan sekarang. Baik dan jahat semuanya ada dalam pikiran, dan pintu<br />kesurga atau neraka akan terbuka untukmu kapan saja. &#8211; Pepatah Cina</p>
<p>Jika engkau menggunakan kata kata untuk menjelaskan, akan ada salah. Jawaban<br />paling lengkap ada dalam pertanyaan itu sendiri. &#8211; Pepatah Cina</p>
<p>Langit adalah adil, dan tidak ada orang yang dikecualikan. Yang bisa menolong<br />dirimu adalah dirimu sendiri. &#8211; Pepatah Cina</p>
<p>Mereka yang terburu buru mengharapkan hasil, cenderung tidak mendapatkan apapun<br />pada akhirnya. Perhatian pada peristiwa sehari hari adalah jalan keluarnya. -<br />Pepatah Cina</p>
<p>Dimana ada pengetahuan dan perasaan kalah dan menang, kegembiraan dan kesedihan<br />juga ada. Berhasil mengatasi baik dan buruk, kalah dan menang, adalah<br />keberuntungan sejati. &#8211; Pepatah Cina</p>
<p>Kebanyakan orang hanya mencari status dan kekayaan, tetapi di dalam dunia ini<br />berapa banyak yang bisa diperoleh ? Bintang-bintang, dan bulan, gunung-gunung<br />dan air mengalir, setiap kuntum bunga dan setiap kelompok rumput, semua ada<br />disana untuk kamu nikmati. &#8211; Pepatah Cina</p>
<p>Setiap benda ada gunanya, betapapun rendahnya, setiap hal punya tempatnya di<br />alam ini. &#8211; Pepatah Cina</p>
<p>Pada umumnya, orang hidup dalam dualisme, karenanya ada kalah dan menang. Jika<br />pemandangan bagus, saya senang, jika pemandangan tidak bagus saya kecewa. -<br />Pepatah Cina</p>
<p>Tidak memikirkan masa lalu dan masa depan, tetapi nikmati satu saat ke saat<br />lainnya adalah keberuntungan sejati. &#8211; Pepatah Cina</p>
<p>Sesuatu yang menakjubkan dan luar biasa tak tahan lama. Yang bertahan adalah<br />sederhana dan biasa. Semua yang dibuat akan kehilangan rasa alaminya. Hanya yang<br />alamiah yang sejati. Pepatah Cina</p>
<p>Sepanjang engkau mengadakan hubungan langsung dengan setiap situasi engkau akan<br />menjadi benda dan benda itu akan menjadi kamu. &#8211; Pepatah Cina</p>
<p>Jika kamu memberikan uang saku kepada orang lain, mereka juga akan memberimu<br />peluang<br />Pepatah Cina</p>
<p>Berhati-hati di saat awal, bertindak dengan waspada, merupakan kunci menuju<br />keberhasilan. -Pepatah Cina</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayunaja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayunaja.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayunaja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayunaja.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayunaja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayunaja.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayunaja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayunaja.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayunaja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayunaja.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayunaja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayunaja.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayunaja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayunaja.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=17&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayunaja.wordpress.com/2010/12/14/kata-bijak-pepatah-cina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/baa933f5724d33bab39194929ba0c3fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayunaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Test lagi aja via Microsoft word</title>
		<link>http://ayunaja.wordpress.com/2010/07/28/test-lagi-aja-via-microsoft-word/</link>
		<comments>http://ayunaja.wordpress.com/2010/07/28/test-lagi-aja-via-microsoft-word/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 01:47:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayunaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayunaja.wordpress.com/2010/07/28/test-lagi-aja-via-microsoft-word/</guid>
		<description><![CDATA[Test lagi aja via Microsoft word<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=16&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Test lagi aja via Microsoft word
</p>
<p><img src="http://ayunaja.files.wordpress.com/2010/07/072810_0255_testlagiaja1.jpg?w=455" alt="" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayunaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayunaja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayunaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayunaja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayunaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayunaja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayunaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayunaja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayunaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayunaja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayunaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayunaja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayunaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayunaja.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=16&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayunaja.wordpress.com/2010/07/28/test-lagi-aja-via-microsoft-word/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/baa933f5724d33bab39194929ba0c3fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayunaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ayunaja.files.wordpress.com/2010/07/072810_0255_testlagiaja1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nurul istiqomah</title>
		<link>http://ayunaja.wordpress.com/2010/07/23/nurul-istiqomah/</link>
		<comments>http://ayunaja.wordpress.com/2010/07/23/nurul-istiqomah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 09:27:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayunaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayunaja.wordpress.com/2010/07/23/nurul-istiqomah/</guid>
		<description><![CDATA[Test aja yaaa<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=14&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Test aja yaaa</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayunaja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayunaja.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayunaja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayunaja.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayunaja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayunaja.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayunaja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayunaja.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayunaja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayunaja.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayunaja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayunaja.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayunaja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayunaja.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=14&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayunaja.wordpress.com/2010/07/23/nurul-istiqomah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/baa933f5724d33bab39194929ba0c3fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayunaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Al Fatihah</title>
		<link>http://ayunaja.wordpress.com/2010/06/22/al-fatihah/</link>
		<comments>http://ayunaja.wordpress.com/2010/06/22/al-fatihah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 06:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayunaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayunaja.wordpress.com/2010/06/22/al-fatihah/</guid>
		<description><![CDATA[ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOÏm§9$# ÇÊÈ ßôJysø9$# ¬! Å_Uu úüÏJn=»yèø9$# ÇËÈ Ç`»uH÷q§9$# ÉOÏm§9$# ÇÌÈ Å7Î=»tB ÏQöqt ÉúïÏe$!$# ÇÍÈ x$­Î) ßç7÷ètR y$­Î)ur ÚúüÏètGó¡nS ÇÎÈ $tRÏ÷d$# xÞºuÅ_Ç9$# tLìÉ)tGó¡ßJø9$# ÇÏÈ xÞºuÅÀ tûïÏ%©!$# &#124;MôJyè÷Rr&#38; öNÎgøn=tã Îöxî ÅUqàÒøóyJø9$# óOÎgøn=tæ wur tûüÏj9!$Ò9$# ÇÐÈ 1. dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1]. 2. segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam[3]. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=13&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB4;">É</span><span style="font-family:HQPB2;">O</span><span style="font-family:HQPB4;">ó</span><span style="font-family:HQPB1;">¡</span><span style="font-family:HQPB4;">Î</span><span style="font-family:HQPB1;">0</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB5;">«</span><span style="font-family:HQPB1;">!</span><span style="font-family:HQPB5;">$</span><span style="font-family:HQPB1;">#</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB4;">Ç</span><span style="font-family:HQPB2;">`»</span><span style="font-family:HQPB5;">u</span><span style="font-family:HQPB2;">H</span><span style="font-family:HQPB4;">÷</span><span style="font-family:HQPB1;">q</span><span style="font-family:HQPB4;">§</span><span style="font-family:HQPB1;"></span><span style="font-family:HQPB2;">9</span><span style="font-family:HQPB5;">$</span><span style="font-family:HQPB1;">#</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB4;">É</span><span style="font-family:HQPB2;">O</span><span style="font-family:HQPB4;">Ï</span><span style="font-family:HQPB1;">m</span><span style="font-family:HQPB4;">§</span><span style="font-family:HQPB1;"></span><span style="font-family:HQPB2;">9</span><span style="font-family:HQPB5;">$</span><span style="font-family:HQPB1;">#</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-family:HQPB2;font-size:14pt;">ÇÊÈ</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB4;">ß</span><span style="font-family:HQPB1;"></span><span style="font-family:HQPB4;">ô</span><span style="font-family:HQPB2;">J</span><span style="font-family:HQPB5;">y</span><span style="font-family:HQPB1;">s</span><span style="font-family:HQPB4;">ø</span><span style="font-family:HQPB2;">9</span><span style="font-family:HQPB5;">$</span><span style="font-family:HQPB1;">#</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB5;">¬</span><span style="font-family:HQPB1;">!</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB4;">Å_</span><span style="font-family:HQPB3;">U</span><span style="font-family:HQPB5;">u</span><span style="font-family:HQPB1;"></span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB5;"></span><span style="font-family:HQPB2;">úü</span><span style="font-family:HQPB4;">Ï</span><span style="font-family:HQPB2;">J</span><span style="font-family:HQPB5;">n</span><span style="font-family:HQPB2;">=»</span><span style="font-family:HQPB5;">y</span><span style="font-family:HQPB1;">è</span><span style="font-family:HQPB4;">ø</span><span style="font-family:HQPB2;">9</span><span style="font-family:HQPB5;">$</span><span style="font-family:HQPB1;">#</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-family:HQPB2;font-size:14pt;">ÇËÈ</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB4;">Ç</span><span style="font-family:HQPB2;">`»</span><span style="font-family:HQPB5;">u</span><span style="font-family:HQPB2;">H</span><span style="font-family:HQPB4;">÷</span><span style="font-family:HQPB1;">q</span><span style="font-family:HQPB4;">§</span><span style="font-family:HQPB1;"></span><span style="font-family:HQPB2;">9</span><span style="font-family:HQPB5;">$</span><span style="font-family:HQPB1;">#</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB4;">É</span><span style="font-family:HQPB2;">O</span><span style="font-family:HQPB4;">Ï</span><span style="font-family:HQPB1;">m</span><span style="font-family:HQPB4;">§</span><span style="font-family:HQPB1;"></span><span style="font-family:HQPB2;">9</span><span style="font-family:HQPB5;">$</span><span style="font-family:HQPB1;">#</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-family:HQPB2;font-size:14pt;">ÇÌÈ</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB4;">Å</span><span style="font-family:HQPB2;">7</span><span style="font-family:HQPB4;">Î</span><span style="font-family:HQPB2;">=»</span><span style="font-family:HQPB5;">t</span><span style="font-family:HQPB2;">B</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB4;">Ï</span><span style="font-family:HQPB2;">Q</span><span style="font-family:HQPB4;">ö</span><span style="font-family:HQPB2;">q</span><span style="font-family:HQPB5;">t</span><span style="font-family:HQPB2;"></span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB4;">É</span><span style="font-family:HQPB2;">úï</span><span style="font-family:HQPB4;">Ïe</span><span style="font-family:HQPB3;">$!</span><span style="font-family:HQPB5;">$</span><span style="font-family:HQPB1;">#</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-family:HQPB2;font-size:14pt;">ÇÍÈ</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB5;">x</span><span style="font-family:HQPB3;"></span><span style="font-family:HQPB1;">$</span><span style="font-family:HQPB4;">­</span><span style="font-family:HQPB2;"></span><span style="font-family:HQPB4;">Î</span><span style="font-family:HQPB1;">)</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB4;">ß</span><span style="font-family:HQPB1;"></span><span style="font-family:HQPB4;">ç</span><span style="font-family:HQPB1;">7</span><span style="font-family:HQPB4;">÷</span><span style="font-family:HQPB1;">è</span><span style="font-family:HQPB5;">t</span><span style="font-family:HQPB2;">R</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB5;">y</span><span style="font-family:HQPB3;"></span><span style="font-family:HQPB1;">$</span><span style="font-family:HQPB4;">­</span><span style="font-family:HQPB2;"></span><span style="font-family:HQPB4;">Î</span><span style="font-family:HQPB1;">)</span><span style="font-family:HQPB5;">u</span><span style="font-family:HQPB2;">r</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB4;">Ú</span><span style="font-family:HQPB2;">úü</span><span style="font-family:HQPB4;">Ï</span><span style="font-family:HQPB1;">è</span><span style="font-family:HQPB5;">t</span><span style="font-family:HQPB1;">G</span><span style="font-family:HQPB4;">ó</span><span style="font-family:HQPB1;">¡</span><span style="font-family:HQPB5;">n</span><span style="font-family:HQPB2;">S</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-family:HQPB2;font-size:14pt;">ÇÎÈ</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB1;">$</span><span style="font-family:HQPB5;">t</span><span style="font-family:HQPB2;">R</span><span style="font-family:HQPB4;">Ï</span><span style="font-family:HQPB1;"></span><span style="font-family:HQPB4;">÷</span><span style="font-family:HQPB2;">d</span><span style="font-family:HQPB5;">$</span><span style="font-family:HQPB1;">#</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB5;">x</span><span style="font-family:HQPB1;">Þ</span><span style="font-family:HQPB2;">º</span><span style="font-family:HQPB5;">u</span><span style="font-family:HQPB1;"></span><span style="font-family:HQPB4;">Å_</span><span style="font-family:HQPB1;">Ç</span><span style="font-family:HQPB2;">9</span><span style="font-family:HQPB5;">$</span><span style="font-family:HQPB1;">#</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB5;">t</span><span style="font-family:HQPB2;">Lì</span><span style="font-family:HQPB4;">É</span><span style="font-family:HQPB2;">)</span><span style="font-family:HQPB5;">t</span><span style="font-family:HQPB1;">G</span><span style="font-family:HQPB4;">ó</span><span style="font-family:HQPB1;">¡</span><span style="font-family:HQPB4;">ß</span><span style="font-family:HQPB2;">J</span><span style="font-family:HQPB4;">ø</span><span style="font-family:HQPB2;">9</span><span style="font-family:HQPB5;">$</span><span style="font-family:HQPB1;">#</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-family:HQPB2;font-size:14pt;">ÇÏÈ</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB5;">x</span><span style="font-family:HQPB1;">Þ</span><span style="font-family:HQPB2;">º</span><span style="font-family:HQPB5;">u</span><span style="font-family:HQPB1;"></span><span style="font-family:HQPB4;">Å</span><span style="font-family:HQPB1;">À</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB5;">t</span><span style="font-family:HQPB2;">ûï</span><span style="font-family:HQPB4;">Ï</span><span style="font-family:HQPB3;">%</span><span style="font-family:HQPB4;">©</span><span style="font-family:HQPB3;">!</span><span style="font-family:HQPB5;">$</span><span style="font-family:HQPB1;">#</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB5;">|</span><span style="font-family:HQPB1;">M</span><span style="font-family:HQPB4;">ô</span><span style="font-family:HQPB2;">J</span><span style="font-family:HQPB5;">y</span><span style="font-family:HQPB1;">è</span><span style="font-family:HQPB4;">÷</span><span style="font-family:HQPB2;">R</span><span style="font-family:HQPB5;">r</span><span style="font-family:HQPB1;">&amp;</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB4;">ö</span><span style="font-family:HQPB2;">N</span><span style="font-family:HQPB4;">Î</span><span style="font-family:HQPB2;">g</span><span style="font-family:HQPB4;">ø</span><span style="font-family:HQPB2;"></span><span style="font-family:HQPB5;">n</span><span style="font-family:HQPB2;">=</span><span style="font-family:HQPB5;">t</span><span style="font-family:HQPB1;">ã</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB4;">Î</span><span style="font-family:HQPB1;"></span><span style="font-family:HQPB4;">ö</span><span style="font-family:HQPB2;"></span><span style="font-family:HQPB5;">x</span><span style="font-family:HQPB1;">î</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB4;">Å</span><span style="font-family:HQPB3;">U</span><span style="font-family:HQPB2;">q</span><span style="font-family:HQPB4;">à</span><span style="font-family:HQPB1;">Ò</span><span style="font-family:HQPB4;">ø</span><span style="font-family:HQPB1;">ó</span><span style="font-family:HQPB5;">y</span><span style="font-family:HQPB2;">J</span><span style="font-family:HQPB4;">ø</span><span style="font-family:HQPB2;">9</span><span style="font-family:HQPB5;">$</span><span style="font-family:HQPB1;">#</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB4;">ó</span><span style="font-family:HQPB2;">O</span><span style="font-family:HQPB4;">Î</span><span style="font-family:HQPB2;">g</span><span style="font-family:HQPB4;">ø</span><span style="font-family:HQPB2;"></span><span style="font-family:HQPB5;">n</span><span style="font-family:HQPB2;">=</span><span style="font-family:HQPB5;">t</span><span style="font-family:HQPB1;">æ</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB5;"></span><span style="font-family:HQPB2;">w</span><span style="font-family:HQPB5;">u</span><span style="font-family:HQPB2;">r</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:HQPB5;">t</span><span style="font-family:HQPB2;">ûü</span><span style="font-family:HQPB4;">Ïj</span><span style="font-family:HQPB2;">9</span><span style="font-family:HQPB5;">!</span><span style="font-family:HQPB1;">$</span><span style="font-family:HQPB5;"></span><span style="font-family:HQPB1;">Ò</span><span style="font-family:HQPB2;">9</span><span style="font-family:HQPB5;">$</span><span style="font-family:HQPB1;">#</span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span><span style="font-family:HQPB2;font-size:14pt;">ÇÐÈ</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">1. dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">2. segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam[3].<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">4. yang menguasai[4] di hari Pembalasan[5].<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">5. hanya Engkaulah yang Kami sembah[6], dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan[7].<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">6. Tunjukilah[8] Kami jalan yang lurus,<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9]<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah Senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">[2] Alhamdu (segala puji). memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya karena perbuatannya yang baik. lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">[3] Rabb (tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati yang Memiliki, mendidik dan Memelihara. Lafal Rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah). &#8216;Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah Pencipta semua alam-alam itu.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">[4] Maalik (yang menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">[5] Yaumiddin (hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa&#8217; dan sebagainya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">[6] Na&#8217;budu diambil dari kata &#8216;ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">[7] Nasta&#8217;iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti&#8217;aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">[9] Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayunaja.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayunaja.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayunaja.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayunaja.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayunaja.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayunaja.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayunaja.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayunaja.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayunaja.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayunaja.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayunaja.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayunaja.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayunaja.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayunaja.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=13&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayunaja.wordpress.com/2010/06/22/al-fatihah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/baa933f5724d33bab39194929ba0c3fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayunaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Visit My Website www.ayunaja.com</title>
		<link>http://ayunaja.wordpress.com/2010/02/21/visit-my-website-www-ayunaja-com/</link>
		<comments>http://ayunaja.wordpress.com/2010/02/21/visit-my-website-www-ayunaja-com/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 10:22:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayunaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ayunaja.com]]></category>
		<category><![CDATA[my website]]></category>
		<category><![CDATA[visit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayunaja.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Check This Out : www.ayunaja.com<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=10&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ayunaja.files.wordpress.com/2010/02/ayunaja1.jpg"><img src="http://ayunaja.files.wordpress.com/2010/02/ayunaja1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="ayunaja1" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-9" /></a><br />
Check This Out :</p>
<p>www.ayunaja.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayunaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayunaja.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayunaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayunaja.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayunaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayunaja.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayunaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayunaja.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayunaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayunaja.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayunaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayunaja.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayunaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayunaja.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=10&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayunaja.wordpress.com/2010/02/21/visit-my-website-www-ayunaja-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/baa933f5724d33bab39194929ba0c3fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayunaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ayunaja.files.wordpress.com/2010/02/ayunaja1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ayunaja1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 kebiasaan yang dapat merusak otak</title>
		<link>http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/10-kebiasaan-yang-dapat-merusak-otak/</link>
		<comments>http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/10-kebiasaan-yang-dapat-merusak-otak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2007 02:30:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayunaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/10-kebiasaan-yang-dapat-merusak-otak/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak Sarapan Pagi Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang. Makan Terlalu Banyak berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun. Merokok Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=8&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><font>Tidak Sarapan Pagi<br />
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula<br />
darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi<br />
kurang.</li>
<li>Makan Terlalu Banyak<br />
berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada<br />
dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan<br />
menurun.</li>
<p><span id="more-8"></span></p>
<li>Merokok<br />
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak<br />
secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.</li>
<li>Mengkonsumsi gula terlalu banyak<br />
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya<br />
penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan<br />
gizi yang akan mengganggu perkembangan otak</li>
<li>Polusi Udara<br />
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia.<br />
Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak<br />
sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.</li>
<li>Kurang Tidur<br />
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan<br />
kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan<br />
mempercepat kerusakan sel-sel otak.</li>
<li> Menutup kepala saat tidur<br />
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi<br />
zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat<br />
menimbulkan efek kerusakan pada otak.</li>
<li> Menggunakan pikiran saat sakit<br />
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran<br />
kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak<br />
serta dapat merusak otak.</li>
<li> Kurang menstimulasi pikiran<br />
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita.<br />
Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak<br />
kita.</li>
<li>Jarang berkomunikasi<br />
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan<br />
kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi<br />
otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual<br />
otak jadi kurang terlatih.</li>
<p>sumber :milis daruth tauhid<br />
<ins datetime="2007-04-18T15:00:42+00:00"></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ayunaja.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ayunaja.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayunaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayunaja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayunaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayunaja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayunaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayunaja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayunaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayunaja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayunaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayunaja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayunaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayunaja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayunaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayunaja.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=8&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/10-kebiasaan-yang-dapat-merusak-otak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/baa933f5724d33bab39194929ba0c3fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayunaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eight Habbits of Creative Genius</title>
		<link>http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/eight-habbits-of-creative-genius/</link>
		<comments>http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/eight-habbits-of-creative-genius/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2007 02:08:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayunaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/eight-habbits-of-creative-genius/</guid>
		<description><![CDATA[The following eight strategies encourage you to think productively, rather than reproductively, in order to arrive at solutions to problems. &#8220;These strategies are common to the thinking styles of creative geniuses in science, art, and industry throughout history.&#8221; Look at problems in many different ways, and find new perspectives that no one else has taken [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=7&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The following eight strategies encourage you to think productively, rather than reproductively, in order to arrive at solutions to problems. &#8220;These strategies are common to the thinking styles of creative geniuses in science, art, and industry throughout history.&#8221;</p>
<p>Look at problems in many different ways,<br />
and find new perspectives that no one else has taken (or no one else has publicized!). Leonardo da Vinci believed that, to gain knowledge about the form of a problem, you begin by learning how to restructure it in many different ways. He felt that the first way he looked at a problem was too biased. Often, the problem itself is reconstructed and becomes a new one.<br />
<span id="more-7"></span><br />
Visualize!<br />
When Einstein thought through a problem, he always found it necessary to formulate his subject in as many different ways as possible, including using diagrams. He visualized solutions, and believed that words and numbers as such did not play a significant role in his thinking process.</p>
<p>Produce!<br />
A distinguishing characteristic of genius is productivity. Thomas Edison held 1,093 patents. He guaranteed productivity by giving himself and his assistants idea quotas. In a study of 2,036 scientists throughout history, Dean Keith Simonton of the University of California at Davis found that the most respected scientists produced not only great works, but also many &#8220;bad&#8221; ones. They weren&#8217;t afraid to fail, or to produce mediocre in order to arrive at excellence.</p>
<p>Make novel combinations.<br />
Combine, and recombine, ideas, images, and thoughts into different combinations no matter how incongruent or unusual. The laws of heredity on which the modern science of genetics is based came from the Austrian monk Grego Mendel, who combined mathematics and biology to create a new science.</p>
<p>Form relationships;<br />
make connections between dissimilar subjects. Da Vinci forced a relationship between the sound of a bell and a stone hitting water. This enabled him to make the connection that sound travels in waves. Samuel Morse invented relay stations for telegraphic signals when observing relay stations for horses.</p>
<p>Think in opposites.<br />
Physicist Niels Bohr believed, that if you held opposites together, then you suspend your thought, and your mind moves to a new level. His ability to imagine light as both a particle and a wave led to his conception of the principle of complementarity. Suspending thought (logic) may allow your mind to create a new form.</p>
<p>Think metaphorically.<br />
Aristotle considered metaphor a sign of genius, and believed that the individual who had the capacity to perceive resemblances between two separate areas of existence and link them together was a person of special gifts.</p>
<p>Prepare yourself for chance.<br />
Whenever we attempt to do something and fail, we end up doing something else. That is the first principle of creative accident. Failure can be productive only if we do not focus on it as an unproductive result. Instead: analyze the process, its components, and how you can change them, to arrive at other results. Do not ask the question &#8220;Why have I failed?&#8221;, but rather &#8220;What have I done?&#8221;</p>
<p>Adapted From:<br />
Michael Michalko, The Author of Thinkertoys (A Handbook of Business Creativity), ThinkPak (A Brainstorming Card Set), and Cracking Creativity: The Secrets of Creative Geniuses (Ten Speed Press, 1998).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ayunaja.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ayunaja.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayunaja.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayunaja.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayunaja.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayunaja.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayunaja.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayunaja.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayunaja.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayunaja.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayunaja.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayunaja.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayunaja.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayunaja.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayunaja.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayunaja.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=7&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/eight-habbits-of-creative-genius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/baa933f5724d33bab39194929ba0c3fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayunaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Unsur &#8216;Bahagia Tanpa Syarat&#8217;</title>
		<link>http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/wednesday-march-14-200710-unsur-bahagia-tanpa-syarat/</link>
		<comments>http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/wednesday-march-14-200710-unsur-bahagia-tanpa-syarat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2007 02:07:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayunaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/wednesday-march-14-200710-unsur-bahagia-tanpa-syarat/</guid>
		<description><![CDATA[Kita hidup di masyarakat yang menyebarkan mitos &#8220;Saya akan bahagia jika &#8230;..&#8221;. Misalnya : Saya akan bahagia jika punya rumah, mobil, pasangan yang baik dan seterusnya. Artinya kita telah dikondisikan bahwa bahagia itu hanya bisa dicapai jika memenuhi persyaratan tertentu &#8211; dan biasanya syarat itu berupa faktor eksternal. Berhenti sejenak dari kegiatan anda. Tarik napas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=6&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita hidup di masyarakat yang menyebarkan mitos &#8220;Saya akan bahagia jika &#8230;..&#8221;. Misalnya :<br />
Saya akan bahagia jika punya rumah, mobil, pasangan yang baik dan seterusnya. Artinya kita telah dikondisikan bahwa bahagia itu hanya bisa dicapai jika memenuhi persyaratan tertentu &#8211; dan biasanya syarat itu berupa faktor eksternal.</p>
<p>Berhenti sejenak dari kegiatan anda. Tarik napas dalam-dalam, rasakan udara yang masuk dan keluar paru-paru anda, dan lakukan lah beberapa kali.</p>
<p>Bagaimana rasanya ? Anda merasa lebih segar, rileks dan nyaman, bukan ?<br />
<span id="more-6"></span><br />
Kita tak perlu punya status atau jabatan tertentu, bekerja keras atau tidak, tak perlu memenuhi kualifikasi apapun untuk merasakan nikmatnya bernafas.</p>
<p>Kita sepenuhnya berhak, tanpa syarat. Tak perlu harus kaya dahulu, punya suami/istri yang istimewa, dan lain-lain.</p>
<p>Apa yang akan terjadi ketika anda tiba-tiba menyadari bahwa bahagia &#8211; seperti halnya nafas &#8211; adalah hak lahir anda ? Apa yang terjadi jika anda bisa merasakan bahagia yang TERBEBAS dari kondisi eksternal hidup anda?</p>
<p>MENGAPA MEMILIH &#8216;BAHAGIA TANPA SYARAT&#8217;?</p>
<p>- Anda akan merasa senang, gembira, positif &#8211; sungguh sangat menyenangkan (mungkin ini jawaban anda juga)</p>
<p>- Anda akan lebih banyak mengisi waktu di masa sekarang daripada menyesali masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan</p>
<p>- Arah dan tujuan hidup akan semakin jelas seiring berjalannya waktu &#8211; mereka tidak datang via telegram tapi akan muncul dengan sendirinya ketika anda mulai rileks dan lebih bisa pasrah.</p>
<p>- Anda mendadak bisa mengerti apa yang telah dicapai dalam hidup dan mengapa.<br />
Kemudian dengan perubahan sederhana, anda bisa memulai hidup yang sesuai dengan yang anda inginkan</p>
<p>- Anda akan meninggalkan kekhawatiran dan mulai menikmati hidup. Mungkin anda akan berfikir tentang masa depan dengan penuh kegembiraan, antusiasme, kesenangan seperti yang anda nikmati di masa kini. Dan optimisme itu membuat anda tak sabar menunggu hari esok.</p>
<p>- Anda akan sering merasakan &#8216;sukses&#8217; yang anda cari selama ini.</p>
<p>Orang-orang yang gembira &amp; positif akan &#8216;menarik&#8217; hal-hal, situasi dan pengalaman yang akan memberikan mereka kesenangan lebih lanjut, termasuk materi.</p>
<p>UNSUR-UNSUR BAHAGIA TANPA SYARAT</p>
<p>1.APA YANG ENGKAU FOKUSKAN AKAN MENINGKAT</p>
<p>Fokus, adalah titik utama dimana kita mengarahkan energi pikiran dan perasaan.</p>
<p>Jika kita fokus pada hal negatif, maka pikiran dan perasaan kita lebih peka untuk mendeteksi hal-hal yang negatif, akibatnya kita merasa porsi negatif dalam pengalaman hidup kita lebih banyak dari porsi positifnya.</p>
<p>Kalau saat ini anda belum tahu/menyadari dimana fokus anda, perhatikan saja pendapat anda sendiri tentang kualitas hidup anda. Apapun yang anda rasakan saat ini tentang hidup anda, menunjukkan dimana selama ini anda berfokus.</p>
<p>Ubah fokus anda jika perlu, dan pilihlah fokus yang akan mendatangkan apa yang anda inginkan. Jaga selalu fokus anda, karena mungkin saja anda kembali ke fokus yang lama.</p>
<p>2.RASA SYUKUR ADALAH PENDORONG UTAMA</p>
<p>Rasa syukur adalah pendorong utama kebahagiaan. Dengan bersyukur, seluruh energi anda tetap terfokus pada hal-hal yang sebenarnya anda inginkan.</p>
<p>Jika anda kecewa, tidak puas, maka disadari atau tidak, maka fokus anda akan bergeser kepada pada hal-hal yang mendatangkan kecewa dan energi anda tercurah kesana. Anda segera bisa menghitung betapa seringnya rasa kecewa anda alami. Jika ini membuat anda tidak nyaman, segeralah bersyukur !</p>
<p>3.MANUSIA MENYUKAI KEBIASAAN</p>
<p>Psikolog ternama, Virginia Satir, pernah berkata bahwa daya yang paling kuat dari manusia adalah mempertahankan kebiasaan. Kita punya kecenderungan alami untuk menolak perubahan, terutama yang radikal.</p>
<p>Jika suhu tubuh tiba-tiba turun 20 derajat, atau keasaman darah turun beberapa PH, kita akan mati seketika. Tubuh dan otak kita mempunyai kontrol untuk menjaga keseimbangan yang disebut &#8216;homeostasis&#8217;.</p>
<p>Ketika kita mengalamai perubahan, maka sensor-sensor &#8216;kebiasaan&#8217; di jaringan syaraf kita akan memperingatkan otak dan sistem tubuh akan mengambil tindakan untuk mengembalikannya ke kondisi stabil. Ini dapat menjelaskan mengapa banyak orang yang berusaha berubah tetapi kembali lagi ke kebiasaan lamanya.</p>
<p>Jadi, ketika anda bertekad untuk berubah, maka biasanya di fase awal berlangsung lancar, sampai mencapai ambang batas/ sensor2 kebiasaan tadi. Sehingga ada penolakan, baik dari tubuh maupun pikiran. Ini harus disadari &amp; diterima sebagai bagian perubahan. Setelah itu, ketika kesetimbangan baru telah tercapai, maka anda akan merasakan &#8216;point of no return&#8217; bahwa pikiran dan perasaan yang mengingatkan anda pada kondisi sebelumnya tidak lagi mengganggu anda. Itu berarti anda telah berhasil.</p>
<p>4.WHAT THE THINKER THINKS, THE PROVER PROVES</p>
<p>Menurut Robert Anton dalam buku &#8220;Promotheus Rising&#8221;, akal sebenarnya mempunyai 2 bagian; thinker/pemikir dan prover/pembukti.</p>
<p>Thinker sangat fleksibel, bisa berpikir bumi itu bulat atau rata, pria itu rasional dan wanita itu intuitif atau sebaliknya, ia bisa berpikir dunia ini sempit atau luas, dunia ini penuh penderitaan atau kebahagiaan, dan seterusnya.</p>
<p>Jargon NLP mengenai hal ini adalah &#8220;The lunch is not the meal and the map is not the territorry&#8221;.</p>
<p>Prover perilakunya sangat sederhana : apa yang dipikirkan &#8216;thinker&#8217; maka ia akan membuktikannya. Ia akan memilih/mencari data-data di dalam otak anda untuk mendukung pernyataan &#8216;thinker&#8217;. Jika kita berpikir bahwa orang miskin adalah orang yang malas dan bodoh, maka &#8216;prover&#8217; akan mencari bukti-bukti yang mendukung ide tersebut.</p>
<p>Jika kita meyakini diri kita bodoh, maka prover akan menyediakan bukti bahwa klaim tersebut &#8216;benar&#8217; dan menolak bukti yang mengatakan sebaliknya, demikian pula jika kita menganggap diri kita ini brilyan. What the thinker thinks the prover proves.</p>
<p>Mudah sekali melihat hal ini pada orang lain, misal : &#8220;si Anu itu kok PD amat ? Padahal dia itu bla&#8230;bla&#8230;bla&#8230;&#8221; (sekarang anda bisa memahami mengapa si Anu demikian &#8211; karena the prover dalam dirinya memberikan bukti yang mendukung) tetapi ternyata sulit untuk menyadari hal yang sama pada diri sendiri, karena anda &#8211; begitu juga saya &#8211; percaya bahwa memang hal tersebut &#8216;sungguh-sungguh benar dan faktual&#8217;.</p>
<p>Padahal, mungkin itu hanya &#8216;limiting belief&#8217; (kepercayaan yang membatasi) dikarenakan kita sudah terbiasa &#8211; lihat kembali no. 3.</p>
<p>5.PENERIMAAN ADALAH PELUMAS PERUBAHAN &amp; PERKEMBANGAN</p>
<p>Penerimaan berarti bahwa kita mengenali realita dari situasi yang ada.</p>
<p>Penerimaan adalah lawan dari pengingkaran. Banyak orang menggunakan pemikiran positif untuk mengingkari realitas situasinya saat ini. Ini justru membuat keadaan makin buruk.</p>
<p>Dengan menerima kondisi apa adanya, anda berada di posisi yang paling baik untuk membuat perubahan. Jika seorang alkoholik telah mengakui dan menerima keadaannya, maka ia sudah berada di jalur yang benar untuk berubah.</p>
<p>6.YANG DIINGINKAN ADALAH &#8216;RASA&#8217;</p>
<p>Bukanlah &#8216;kaya raya&#8217;, &#8216;turun berat badan&#8217;, &#8216;bebas secara finansial&#8217; dst yang diinginkan melainkan &#8216;rasa&#8217; yang muncul ketika kondisi-kondisi tersebut tercapai.</p>
<p>Jangan salah paham, menjadi kaya, berlibur, hubungan yang harmonis, makan siang yang lezat adalah hal-hal yang menyenangkan, hanya saja, dengan pemahaman diatas, kita menyadari bahwa pengalaman eksternal tersebut tidak menjamin anda merasa bahagia, damai dan berpuas diri. &#8216;Rasa&#8217; itu TIDAK bergantung pada hal-hal eksternal di atas. &#8216;Rasa&#8217; itu adalah produk internal diri kita sendiri .</p>
<p>Ironisnya, semakin sering kita menggunakan &#8216;rasa&#8217; tersebut, semakin cepat dan semakin mudah hal-hal eksternal tadi muncul dalam hidup kita. Jadi, biasakanlah (ingat kembali unsur no 3) diri kita dengan &#8216;rasa&#8217; itu dan kita akan segera berada dalam situasi yang diinginkan.</p>
<p>7.BERSEDIALAH MENERIMA</p>
<p>Seandainya ada seseorang ingin memberikan uang 100 juta kepada anda, maukah anda menerimanya? Kemungkinan besar, anda akan bertanya dulu &#8220;apa syaratnya?&#8221;. Sejak awal, anda tak percaya bahwa itu gratis, karena anda TIDAK MERASA LAYAK MENERIMANYA.</p>
<p>Bahagia adalah hak lahir anda, jadi bersedialah untuk menerimanya.</p>
<p>Manusia menghabiskan waktu mengejar kebahagiaan, tetapi pada menit-menit terakhir &#8211; karena merasa tidak layak menerimanya &#8211; melakukan apapun untuk menghindarinya. Konyol, tetapi demikianlah kenyataannya.</p>
<p>Jadi kita perlu berkata pada diri sendiri &#8220;Saya memutuskan/mengijinkan diri saya untuk untuk berbahagia setiap saat&#8221;, dan terimalah (unsur no 5) apapun pikiran &amp; perasaan yang muncul dan berterimakasih serta bersyukur karenanya (unsur no 2).</p>
<p>Lakukan setiap hari sampai engkau terbiasa dan tak merasa perlu melakukannya lagi (unsur no 3)</p>
<p>8.GUNAKAN AFFIRMASI PENUH KEKUATAN</p>
<p>Bahasa merupakan sarana utama untuk memfokuskan pikiran seseorang. Oleh karena itu, pemilihan kata-kata yang tepat dalam Affirmasi menjadi penting untuk mendapatkan fokus yang jelas dan bisa dibuktikan (tips no 4 : What the thinker thinks the prover proves)</p>
<p>Misalnya, affirmasi &#8216;saya ingin kaya&#8217; dapat diubah menjadi &#8216;saya bersyukur semakin kaya&#8217;. &#8216;Saya mencoba menurunkan berat badan&#8217; diubah menjadi &#8216;saya berhasil mengurangi berat badan saya&#8217; dan seterusnya.</p>
<p>Pengalaman yang didapat adalah &#8216;bersyukur&#8217;, berhasil, dan &#8216;semakin kaya&#8217; serta&#8217; &#8216;mengurangi berat badan saya&#8217; dapat diterima sebagai suatu progress/kemajuan tanpa mengingkari realita (unsur no 5).</p>
<p>9.SEMUANYA BAIK-BAIK SAJA, TAK ADA YANG PERLU DITAKUTKAN</p>
<p>Ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan hanya akan datang jika seseorang membayangkan hal-hal yang tidak menyenangkan di masa lalu atau di masa datang. Ketika kita mengijinkan diri kita untuk memikirkan hanya saat ini saja, maka kita akan menyadari bahwa semuanya baik-baik saja dan tak ada yang perlu ditakutkan.</p>
<p>Rasa takut berguna untuk mengingatkan kita sebagai bagian dari insting survival. Tetapi ketika dikombinasikan dengan kemampuan manusia untuk membayangkan masa lalu dan masa depan, ia hanya menciptakan problem seperti stress, was-was &amp; rasa cemas.</p>
<p>Berhentilah membaca sesaat. Fokuskan perhatian anda pada napas anda dan ijinkan diri anda untuk mengamati pikiran dan perasaan yang mengalir melalui kesadaran anda.</p>
<p>Ingatlah, pikiran dan perasaan tersebut BUKANLAH anda, mereka hanyalah proses yang timbul dalam diri anda. Sensasi apapun yang muncul terhadap masa depan atau masa lalu anda adalah perasaan TENTANG pikiran, bukan terhadap realitas anda saat ini.</p>
<p>10.ANDA SUDAH BERADA DISANA !</p>
<p>Hal yang menghalangi anda untuk merasakan ketenangan dan kepuasan saat ini adalah gagasan bahwa ketenangan dan kepuasan ada DISANA, di tempat lain, di suatu saat nanti, di pengalaman yang berbeda, di kesempatan yang akan datang dan seterusnya.</p>
<p>Kenyataannya, ketika anda mencapai &#8216;disana&#8217; maka, segera saja &#8216;disana&#8217; itu berubah menjadi disini karena anda akan mempunyai gagasan-gagasan baru tentang adanya &#8216;disana-disana&#8217; yang lain. Jadi berhentilah bergulat dengan kenyataan, sadarilah dan rasakan kenyamanan dari kesadaran anda bahwa anda selalu berada di TEMPAT YANG TEPAT.</p>
<p>Ketika anda mencari kedamaian, maka anda berasumsi bahwa anda tidak memilikinya. What the thinker thinks the prover proves, sehingga pikiran anda akan memfilter sedemikian rupa untuk membuktikan bahwa anda tidak memilikinya. Semakin anda mencari, semakin jelas dalam pikiran anda bahwa tidak memilikinya atau bahkan berpikir tidak layak mendapatkannya. Sehingga menjadi pencarian tiada akhir, atau akhirnya anda putus asa.dan memutuskan bahwa kedamaian (atau apapun<br />
itu) tidak ada. Kalaupun ada, bukan untuk anda.</p>
<p>Berhentilah mencari. Kedamaian, cinta, kepuasan ada di dalam diri anda sendiri. Ketika anda berhenti dari kesibukan mencari hal-hal tersebut di tempat lain, ketika anda berserah diri dan pasrah, justru pengalaman-pengalaman yang anda inginkan mulai mendatangi anda.</p>
<p>KESIMPULAN</p>
<p>Jika kita membiasakan diri memfokuskan pikiran kita pada &#8216;rasa&#8217; yang ingin kita dapatkan, maka kita berada di jalur yang tepat menuju &#8216;bahagia tanpa syarat&#8217;.</p>
<p>Itu karena segera &#8216;the prover &#8216;dalam diri kita akan memberikan bukti-bukti yang mendukung.</p>
<p>Gunakan affirmasi yang tepat disertai kesadaran bahwa bahagia adalah hak lahir anda dan bahwa anda memutuskan untuk menerimanya dan sudah berada di tempat yang tepat untuk menerimanya. Tak ada yang perlu diingkari Pengingkaran hanya membuat anda tidak mengenali situasi anda sendiri dengan jernih.</p>
<p>Fokuskan &#8216;rasa&#8217; itu disini, di saat ini juga, bersedialah menerima pengalaman yang muncul dan bersyukurlah. Karena bahagia akan segera timbul dari dalam diri anda.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ayunaja.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ayunaja.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayunaja.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayunaja.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayunaja.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayunaja.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayunaja.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayunaja.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayunaja.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayunaja.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayunaja.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayunaja.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayunaja.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayunaja.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayunaja.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayunaja.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=6&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/wednesday-march-14-200710-unsur-bahagia-tanpa-syarat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/baa933f5724d33bab39194929ba0c3fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayunaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANDA MUNGKIN SERING MEREMEHKAN</title>
		<link>http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/apa-hal-kecil-bisa-merubah-hidup-anda/</link>
		<comments>http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/apa-hal-kecil-bisa-merubah-hidup-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2007 02:05:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayunaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/friday-march-09-2007betapa-hal-kecil-bisa-merubah-hidup-anda/</guid>
		<description><![CDATA[Anda mungkin sudah sangat sering mendengar nasehat ini, &#8220;api kecil adalah kawan, api besar adalah lawan&#8221;. Saat api masih kecil ia adalah energi yang bersahabat dan menghangatkan. Akan tetapi, saat ia menjadi besar dan tidak terkendali, ia akan menjadi malapetaka yang menyengsarakan. Anda, biasa mencontohkannya dengan kebakaran. Api yang kecil sering kita remehkan. Mungkin saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=5&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda mungkin sudah sangat sering mendengar nasehat ini, &#8220;api kecil adalah kawan, api besar adalah lawan&#8221;. Saat api masih kecil ia adalah energi yang bersahabat dan menghangatkan. Akan tetapi, saat ia menjadi besar dan tidak terkendali, ia akan menjadi malapetaka yang menyengsarakan. Anda, biasa mencontohkannya dengan kebakaran.</p>
<p>Api yang kecil sering kita remehkan. Mungkin saja karena ia masih &#8220;no harm&#8221;, cuma hangat dan sama sekali tidak panas. Api kecil kita remehkan hanya karena ia bersahaja dan bersahabat. Terus begitu sampai semuanya sudah terlambat. Itulah yang bisa terjadi sesungguhnya, yaitu sikap yang meremehkan. Maka, tidak jarang kita mendengar musibah kebakaran, yang terjadi &#8220;hanya karena&#8221; sepuntung rokok, setengah sisa lilin, atau sepercik sulut dari colokan AC yang &#8220;konslet&#8221;.<br />
<span id="more-5"></span><br />
Disadari atau tidak, kita juga sangat mungkin sering memandang sesuatu dengan sebelah mata. Plastik kresek di tengah jalan. Botol air mineral yang menyumbat selokan. Sedikit air menggenang di batok kelapa yang telentang. Seulas oli yang merembes di sela-sela sil mesin kendaraan, dan sebagainya.</p>
<p>Bisa jadi, kita juga sering meremehkan apa yang ada pada orang lain. Orang yang cacat, orang yang tidak mampu, orang yang berpenampilan buruk, orang yang tak terdidik, orang yang ber-iq rendah, orang yang tidak bisa menyebutkan huruf &#8220;r&#8221; dengan benar, orang yang tidak ngganteng, dan sebagainya.</p>
<p>Bahkan disadari atau tidak, kita mungkin sudah terbiasa juga dalam meremehkan, apa-apa yang ada pada diri dan di dalam jiwa kita. Bahwa Anda perlu mencoba menulis, sebanyak Anda berbicara atau mendengar, Anda belum tentu melakukannya. Bahwa kita perlu secara teratur berolahraga, kita mungkin lebih memilih bergelung di pagi buta. Bahwa Anda perlu juga berekreasi dan tidak terlalu gila dalam bekerja. Bahwa kita tidak perlu terlalu banyak bagadang. Bahwa Anda musti selalu berpikiran positif. Bahwa kita perlu untuk sering bersilaturahim. Bahwa Anda perlu ikhlas dan menerima keadaan tanpa terlalu banyak bertanya, dan sebagainya.</p>
<p>Semua itu mungkin saja kita remehkan, sampai semuanya mulai terbuka. Terbuka menyeruak dan menunjukkan sikap protesnya. Maka, mulailah tubuh Anda merasa kurang fit. Hati Anda lebih mudah terguncang dan tergoyahkan. Fisik Anda mulai melemah. Pikiran Anda mulai kacau. Iri dan dengki mulai menghinggapi. Bermacam-macam implikasinya. Bagaimana dengan tekanan darah? Bagaimana dengan kondisi jantung yang mungkin bisa menjadi lemah?</p>
<p>Kesadaran itu seperti hampir selalu terlambat datangnya. Sebabnya, hanya karena kita telah terlanjur meremehkan dan menunda. Jika Anda tidak termasuk dalam contoh di atas, ya syukurlah. Anda, bisa jadi sehat jiwa dan raga. Congratulation!</p>
<p>HAL KECIL BISA MERUBAH HIDUP ANDA</p>
<p>Dua pertanyaan yang paling sering harus Saya jawab berkaitan dengan workshop sehari Saya adalah:</p>
<p>Apakah satu hari bisa merubah hidup Saya?<br />
Apakah perubahan itu akan permanen sifatnya?</p>
<p>Saya biasa menjawabnya dengan gambaran yang sederhana. Saya jelaskan sambil bertanya, &#8220;apakah satu detik bisa merubah hidup seseorang?&#8221; Kemudian Saya jawab sendiri, &#8220;ya!&#8221; Bagaimana hal itu bisa terjadi? Di sinilah Anda sering lupa, karena sebenarnya jawaban pertanyaan itu selalu berseliweran di depan mata Anda!</p>
<p>Bukan bermaksud mendoakan terjadinya musibah dan bencana, ini hanya gambaran dan cerita.</p>
<p>Seseorang yang terbiasa berkendaraan di jalan tol, mungkin saja meremehkan aktivitas berkendaranya. Jika tidak berhati-hati, &#8220;kemelengannya&#8221; akan membawa celaka. Dan &#8220;meleng&#8221; itu, adalah jelas sebuah tanda meremehkannya. Atau jikapun yang bersangkutan sudah cukup berupaya untuk selalu fokus dan berkonsentrasi dengan kemudinya, mungkin saja tiba-tiba mobilnya pecah ban. Sangat mungkin bukan? Berapa detikkah itu terjadi? Berubahkah hidupnya? Berubahkah hidup keluarganya? Berubahkah hidup anak dan istri atau suaminya?</p>
<p>Sebuah pesawat yang terjun menghunjam ke laut dan terus merasuk sampai ke dasarnya, berapa detik? Kapal yang tenggelam ke dasar laut, berapa menit? Berubahkah kehidupan mereka, kehidupan sanak dan familinya? Ya! Hidup ini tidak akan pernah sama lagi bagi mereka.</p>
<p>Tapi Pak Sopa, bukankah semua itu adalah persoalan besar dan bukan hal kecil seperti yang Bapak maksud? Ya saudaraku, kita tidak bisa tidak, akan melihatnya sebagai sebuah peristiwa besar yang memilukan setiap hati dan mata. Peristiwa kemanusiaan yang penuh tragedi dan bela sungkawa. Memang itulah adanya.</p>
<p>Akan tetapi, bagaimanakah selama ini Anda melihatnya dengan kaca mata self development, dari kacamata pengembangan diri Anda sebagai seorang pembelajar? Anda mungkin lupa, atau bahkan Anda mungkin belum melihatnya. Itulah yang terjadi, dan itulah yang mungkin sudah terlanjur menjadi kebiasaan. Anda mungkin telah melupakan, bahwa itu bukan hanya peristiwa sosial yang nyata, akan tetapi juga pelajaran untuk pengembangan.</p>
<p>Maka, tidak aneh jika kemudian muncul berbagai reaksi terhadap semua itu, yang seolah-olah berkata, &#8220;kok bisa ya?&#8221; Ya tentu saja bisa! Lha wong selama ini sudah terlihat dengan jelas bahwa arahnya memang ke sana kok. Hanya saja, selama ini banyak orang hanya melihatnya sebagai sebuah fenomena sosial, fenomena melorotnya ekonomi, fenomena mundurnya sikap ke arah yang lebih &#8220;semau gue&#8221; dan &#8220;yang penting gue&#8221;. Di mana fungsinya sebagai alat pengembangan diri, sebagai alat belajar dan antisipasi?</p>
<p>Hidup Anda bisa berubah hanya dalam sekian detik. Dan itu, Anda yang melakukannya, bukan Saya. Bukan siapa-siapa. Hidup kita bisa berubah dalam sekian detik, dan itu karena kita sendiri. Jika belajar Insya Allah positif, dan jika tidak tentu negatif.</p>
<p>Pertanyaan kedua, biasanya Saya jawab dengan berkaca pada berbagai kenyataan lain, yang melekat pada diri kita. Apakah uang Anda permanen? Apakah Anda akan selalu sehat sejahtera? Apakah nyawa Anda permanen? Apa yang harus Anda lakukan? Tentu saja memeliharanya selagi bisa!</p>
<p>Dan khusus untuk workshop Saya yang tentang percaya diri itu, Saya kembalikan saja kepada si penanya, bahwa semua ini adalah tentang mempercayai diri sendiri. Maka, seberapa jauh dan kuatkah keinginannya, untuk mempertahankan dan memelihara rasa percaya diri itu? Seberapa percayakah Anda, bahwa Anda memang akan selalu percaya diri? Tahukah Anda cara mempertahankannya?</p>
<p>Pada intinya, Anda tidak punya pilihan lain, kecuali melakukan tugas memelihara, sebagai limpahan tugas dari Tuhan Yang Maha Pemelihara. Sebesar apapun yang diamanatkan kepada Anda, dan tentu saja: sekecil apapun.</p>
<p>TIDAK ADA YANG KECIL UNTUK PENGEMBANGAN DIRI ANDA</p>
<p>Perubahan hidup seseorang adalah sebuah titik sentak. Adalah benar bahwa prosesnya berjalan dengan durasi dan eskalasi tertentu. Namun demikian, event perubahan itu sendiri adalah sebuah titik. Sebuah titik puncak, yang karena merupakan puncak, seringkali terlewatkan dan dianggap kecil. Dan jika itu yang terjadi, maka bahkan prosesnya pun kita sering lupa. Kok bisa begini ya? Aku nggak habis pikir hasilnya seperti ini?</p>
<p>Apa yang disebut dengan proses perubahan, adalah kumpulan dari titik-titik event perubahan. Kumpulan dari sentakan-sentakan yang mendaki. Ketahuilah bahwa pendakian perubahan tidak akan pernah mulus. Maka, proses perubahan lebih akurat digambarkan sebagai serangkai undakan anak tangga, ketimbang sebuah grafik yang melengkung dengan halus.</p>
<p>Adalah tidak aneh bahwa hidup seseorang bisa berubah &#8211; ke arah yang baik maupun ke arah yang buruk, hanya dalam waktu yang singkat dan dengan sebuah peristiwa yang &#8220;kecil&#8221;. Betapa banyaknya kisah sufi yang memberi contoh, bahwa hal kecil adalah pelajaran yang sangat besar dan berharga. Maka, janganlah lagi Anda meremehkan apa yang Anda sebut dengan kecil, sebentar, singkat, &#8220;se-upil&#8221;, &#8220;teri&#8221;, minim, pendek, atau sekilas saja. Berhati-hatilah, karena semua itu sangat mungkin bisa merubah hidup Anda.</p>
<p>Jika Anda mabuk, kemudian Anda menusuk seseorang hingga mati, maka hidup Anda jelas berubah. Jika Anda tidak sengaja menabrak orang lain hingga sekarat, hidup Anda juga akan berubah. Berapa detik?</p>
<p>Perubahan besar di dalam hidup Anda, juga bisa terjadi &#8220;hanya&#8221; karena hal-hal yang &#8220;kecil&#8221;.</p>
<p>Seorang peserta workshop Saya, menyatakan sangat puas di sore hari setelah selesai acaranya. Akan tetapi, ada pernyataan dia yang membuat Saya ingin menyelidiki. Pernyataan kepuasan itu, diutarakan dengan menyisipkan kata &#8220;padahal&#8221;. &#8220;Saya sangat puas, padahal Saya ikut workshop ini dengan tanpa sengaja.&#8221; Dua hal bahkan yang menggoda Saya, &#8220;padahal&#8221; dan &#8220;tanpa sengaja&#8221;.</p>
<p>Waspadalah, there is no such thing as &#8220;padahal&#8221; dan &#8220;kagak sengaja&#8221;. Semuanya adalah keputusan Anda. Dan tidaklah bijaksana jika Anda mengatakan &#8220;padahal&#8221; dan &#8220;tidak sengaja&#8221;, hanya berdasarkan fenomena fisik saja. Sebab jika Anda terjerat olehnya, Anda cenderung mengecilkan berbagai hal yang sebenarnya besar dan bisa merubah hidup Anda.</p>
<p>Besar atau kecil, tidak terletak pada fenomena fisiknya. Sebab, bukan itu realitanya. Realitanya, adalah apa yang ada di kepala Anda. Itu sebabnya, Anda dianjurkan untuk tidak berhenti membaca sebuah buku, jika telah selesai membacanya sekali. Setiap orang bijak, akan mengatakan, &#8220;bacalah lagi, bacalah lagi, dan bacalah lagi&#8221;. Jika Anda berhenti membacanya setelah satu kali, maka Anda telah mengecilkan makna sebuah buku, hanya karena frekuensi bacanya. Padahal, jika sekali baca belum berpengaruh pada diri Anda, tidak berarti membacanya sekali lagi akan begitu juga.</p>
<p>Jika Anda mendapatkan kado ulang tahun dari &#8220;yayang&#8221; Anda, dan Anda hanya mendapatkan sebuah figura, padahal Anda berharap mendapatkan berlian dan permata, apa reaksi Anda? Kecewa dan kemudian mengecilkannya? Jangan! Berpikirlah bahwa &#8220;yayang&#8221; Anda telah berupaya sekerasnya, dengan sepenuh cinta, dengan setulus hati, dengan rasa sayang setengah mati. Hanya itulah yang akan membuat Anda, tidak kehilangan makna.</p>
<p>Saya menelusuri ke staf Saya, berkaitan dengan &#8220;sejarah&#8221; dari peserta workshop Saya tadi. Dan ternyata, dia sudah menunda untuk mengikuti workshop Saya sampai tiga kali. Beginilah cerita peserta itu kepada Saya.</p>
<p>Di suatu siang, ia memasuki sebuah kantin di bilangan Kuningan, untuk lunch. Hari itu, kebetulan ia sendirian. Di pintu kantin, ia melihat sebuah meja agak di pojokan, kosong tanpa penghuni. Ia menuju ke sana. Duduk dengan manis, dan mulai membaca menu mencari penganan yang dia mungkin suka. Dari sudut matanya, ia memperhatikan bahwa mejanya belum dibersihkan. Di sudut yang lain, matanya tertumbuk pada selembar kertas lusuh yang sudah setengah basah. Pikirnya, itu adalah kertas yang ditinggalkan oleh pejajan sebelumnya. Hmm, kertas yang sedang diremehkan dan dianggap tak berguna.</p>
<p>Selesai makan, ia penasaran. Disambarnya kertas itu, dan dibawanya pulang ke kantor. Entah bagaimana, kertas itu tetap dipertahankan dan tidak dibuangnya ke tong sampah. Mungkin, karena ia mulai tertarik dengan isinya, informasi tentang workshop Saya.</p>
<p>Saya tidak tahu apakah brosur workshop Saya itu sering dibacanya atau tidak, akan tetapi menurut staf Saya, ia menunda ikut sampai tiga kali, sebelum akhirnya memutuskan untuk hadir dan mengikuti. Mungkin, fenomena fisik yang sama juga masih menghinggapinya, hingga ia belum juga terpengaruh olehnya. Atau, waktunya yang belum memungkinkan, tapi ia sendiri juga mengatakan bahwa waktunya longgar karena ia cukup &#8220;boss&#8221; di kantornya.</p>
<p>Dan seperti yang sudah Saya ungkapkan di atas, ia mengatakan sangat puas setelah mengikuti workshop Saya. Berubahkah hidupnya? Ya! Berulang kali ia menelepon Saya, hanya untuk berbincang dan mengingatkan kembali, bahwa kini ia sudah lebih percaya diri.</p>
<p>Hidupnya berubah. Dan itu terjadi, &#8220;hanya karena&#8221; selembar brosur, yang telah lusuh dan kumuh tertumpah kuah mi ayam, yang semula diremehkannya dan ditemukan &#8220;tanpa sengaja&#8221;! Waspadalah, dan berhentilah membesar-kecilkan makna, hanya karena fenomena fisiknya. Tidak baik untuk Anda.</p>
<p>HAL KECIL BISA BERBAHAYA UNTUK ANDA</p>
<p>Anda mungkin sudah pernah mendengar cerita ini.</p>
<p>Seorang jenderal, berkuda di depan memimpin pasukannya memasuki sebuah kota. Ia dan pasukannya, baru saja menaklukkan kota itu. Maka, parade kemenangan itu mulai dirayakan saat memasuki kota taklukan dengan gagahnya. Dagu Sang Jenderal terangkat saat memasuki gerbang kota. Kudanya pun melangkah dengan gagah. Begitu pula pasukannya.</p>
<p>Di sepanjang jalan utama, di kiri dan kanan jalan setiap orang duduk bersimpuh. Merendahkan diri sebagai bangsa yang telah takluk. Mengangkat kepala pun mereka tidak berani. Dipancung nanti. Begitulah, Sang Jenderal dan pasukannya, derap demi derap menyusuri jalan utama kota.</p>
<p>Di suatu belokan, Sang Jenderal melihat seorang tua terbungkuk-bungkuk, tertatih melangkah perlahan menyeberangi jalan. Sang Jenderal tersinggung melihatnya. Ia yang merasa sebagai penakluk, harus terhalang jalan oleh seorang tua renta yang kumuh dan baunya tercium kemana-mana. Ditegurnya Pak Tua itu dengan keras, &#8220;Hei tua renta! Tahukah engkau siapa aku? Akulah penguasa kota ini sekarang!&#8221;</p>
<p>Pak tua itu mengangkat kepalanya perlahan, memandang Sang Jenderal sebentar, dan kemudian tanpa acuh meneruskan langkahnya menyeberang jalan. Perlahan dan menggemaskan. Sang Jenderal pun naik pitam. Jika saja tidak tua renta, ia sudah menghunus dan menebaskan pedangnya. Ia sekali menghardik, &#8220;Hai kau tua renta, engkau pikir dirimu siapa! Minggirlah sebelum kupancung kepala busukmu itu!&#8221;</p>
<p>Sekali lagi, Pak Tua berhenti dan mengangkat kepalanya, dan sekarang ia mengangkat tangannya, menegakkan jari telunjuknya, memberi isyarat tanda memanggil. Bukan kepalang kemarahan Sang Jenderal. Sesak dadanya dan mendidih kepalanya. Tanpa sadar, ia menggiring kudanya mendekati Pak Tua renta. Dipelototinya Pak Tua itu tanpa bisa berkata apa-apa. Pak Tua, dengan nekatnya terus menggerakkan telunjukknya. Kurang dekat, mungkin itu maksudnya. Ia ingin mengatakan sesuatu.</p>
<p>Di atas kuda, Sang Jenderal sudah tertelan oleh kemarahannya atas &#8220;keremehan&#8221; Pak Tua. Tapi saking tak tahu harus bagaimana, ia malah menjulurkan kepalanya untuk bisa mendengar bisikan Pak Tua. Setelah begitu dekat telinga Sang Jenderal ke mulut Pak Tua, Pak Tua itu membisikinya dengan desahan lirih yang hampir tak terdengar.</p>
<p>&#8220;Saya Izroil&#8230;&#8221;</p>
<p>Jenderal itu melorot dari kudanya dan langsung mati.</p>
<p>Berhentilah mengecilkan sesuatu, hanya karena fenomena fisiknya. Anda akan kehilangan makna. Padahal itu, mungkin saja bisa merubah hidup Anda.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ayunaja.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ayunaja.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayunaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayunaja.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayunaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayunaja.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayunaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayunaja.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayunaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayunaja.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayunaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayunaja.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayunaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayunaja.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayunaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayunaja.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=5&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/apa-hal-kecil-bisa-merubah-hidup-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/baa933f5724d33bab39194929ba0c3fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayunaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jadilah Yang Pertama dan Terbaik</title>
		<link>http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/jadilah-yang-pertama-dan-terbaik/</link>
		<comments>http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/jadilah-yang-pertama-dan-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2007 02:03:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayunaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/jadilah-yang-pertama-dan-terbaik/</guid>
		<description><![CDATA[Kita dilahirkan dengan ciri-ciri dan karakter yang tidak akan sama dengan manusia yang lainnya yang akan ada atau yang sudah pernah ada didunia ini. Konsep ini yang menjadikan kita yang pertama yang pernah ada di dunia ini. Keunggulan ini seharusnya dipahami oleh kita untuk menjadi yang terbaik. Kita mempunyai kecenderungan ingin berbeda dengan manusia lainnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=4&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita dilahirkan dengan ciri-ciri dan karakter yang tidak akan sama dengan manusia yang lainnya yang akan ada atau yang sudah pernah ada didunia ini.</p>
<p>Konsep ini yang menjadikan kita yang pertama yang pernah ada di dunia ini.</p>
<p>Keunggulan ini seharusnya dipahami oleh kita untuk menjadi yang terbaik.</p>
<p>Kita mempunyai kecenderungan ingin berbeda dengan manusia lainnya, yang hidup dan beraktivitas disekitar kita.<br />
<span id="more-4"></span><br />
Kalau kita sadari, sebenarnya Allah SWT menciptakan manusia dengan perbedaan-perbedaan sifat dan karakter serta ciri-ciri yang unggul dan itu semua sesuai untuk kita, misalnya, DNA, bola mata, sidik jari dan lain-lainnya. Bukti perbedaan ini bisa kita lihat dikehidupan sehari-hari dimana dijadikan standard untuk membedakan manusia satu dengan manusia lain.</p>
<p>Coba renungkan..sudahkan kita mengakui dan mengagumi bahwa anda,atau saya mempunyai keunggulan masing-masing ini?</p>
<p>Apabila kita ingin menjadi yang terbaik haruslah keunggulan ini kita jadikan bola salju yang akan kita gelindingkan menjadi bola salju yang lebih besar dan bertambah besar dan akan terlihat serta menggetarkan orang lain yang melihat dan merasakannya.</p>
<p>Bagaimana Menjadi yang Terbaik</p>
<p>Selama jiwa dan raga sehat maka:</p>
<p>   1. Tetapkan misi dan target<br />
   2. Bangun semagat bahwa kita yang pertama dan tidak akan ada yang menyerupai kita<br />
   3. Selalu tanamkan optimisme<br />
   4. Jalani proses positif dengan melakukan yang tersingkat (dengan cara gali ilmu dari kasus-kasus yang sama yang pernah ada)<br />
   5. Berdoalah dan serahkan hasilnya kepada Allah SWT, yang sudah memberi keunggulan yang berbeda dari manusia lain.</p>
<p>&#8220;Kau adalah yang Pertama dan Terbaik&#8221;</p>
<p>Salam Sukses Luar Biasa<br />
Salam,</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ayunaja.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ayunaja.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayunaja.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayunaja.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayunaja.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayunaja.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayunaja.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayunaja.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayunaja.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayunaja.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayunaja.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayunaja.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayunaja.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayunaja.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayunaja.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayunaja.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayunaja.wordpress.com&amp;blog=899327&amp;post=4&amp;subd=ayunaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayunaja.wordpress.com/2007/03/29/jadilah-yang-pertama-dan-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/baa933f5724d33bab39194929ba0c3fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayunaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
