10 Unsur ‘Bahagia Tanpa Syarat’

Kita hidup di masyarakat yang menyebarkan mitos “Saya akan bahagia jika …..”. Misalnya :
Saya akan bahagia jika punya rumah, mobil, pasangan yang baik dan seterusnya. Artinya kita telah dikondisikan bahwa bahagia itu hanya bisa dicapai jika memenuhi persyaratan tertentu – dan biasanya syarat itu berupa faktor eksternal.

Berhenti sejenak dari kegiatan anda. Tarik napas dalam-dalam, rasakan udara yang masuk dan keluar paru-paru anda, dan lakukan lah beberapa kali.

Bagaimana rasanya ? Anda merasa lebih segar, rileks dan nyaman, bukan ?

Kita tak perlu punya status atau jabatan tertentu, bekerja keras atau tidak, tak perlu memenuhi kualifikasi apapun untuk merasakan nikmatnya bernafas.

Kita sepenuhnya berhak, tanpa syarat. Tak perlu harus kaya dahulu, punya suami/istri yang istimewa, dan lain-lain.

Apa yang akan terjadi ketika anda tiba-tiba menyadari bahwa bahagia – seperti halnya nafas – adalah hak lahir anda ? Apa yang terjadi jika anda bisa merasakan bahagia yang TERBEBAS dari kondisi eksternal hidup anda?

MENGAPA MEMILIH ‘BAHAGIA TANPA SYARAT’?

- Anda akan merasa senang, gembira, positif – sungguh sangat menyenangkan (mungkin ini jawaban anda juga)

- Anda akan lebih banyak mengisi waktu di masa sekarang daripada menyesali masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan

- Arah dan tujuan hidup akan semakin jelas seiring berjalannya waktu – mereka tidak datang via telegram tapi akan muncul dengan sendirinya ketika anda mulai rileks dan lebih bisa pasrah.

- Anda mendadak bisa mengerti apa yang telah dicapai dalam hidup dan mengapa.
Kemudian dengan perubahan sederhana, anda bisa memulai hidup yang sesuai dengan yang anda inginkan

- Anda akan meninggalkan kekhawatiran dan mulai menikmati hidup. Mungkin anda akan berfikir tentang masa depan dengan penuh kegembiraan, antusiasme, kesenangan seperti yang anda nikmati di masa kini. Dan optimisme itu membuat anda tak sabar menunggu hari esok.

- Anda akan sering merasakan ‘sukses’ yang anda cari selama ini.

Orang-orang yang gembira & positif akan ‘menarik’ hal-hal, situasi dan pengalaman yang akan memberikan mereka kesenangan lebih lanjut, termasuk materi.

UNSUR-UNSUR BAHAGIA TANPA SYARAT

1.APA YANG ENGKAU FOKUSKAN AKAN MENINGKAT

Fokus, adalah titik utama dimana kita mengarahkan energi pikiran dan perasaan.

Jika kita fokus pada hal negatif, maka pikiran dan perasaan kita lebih peka untuk mendeteksi hal-hal yang negatif, akibatnya kita merasa porsi negatif dalam pengalaman hidup kita lebih banyak dari porsi positifnya.

Kalau saat ini anda belum tahu/menyadari dimana fokus anda, perhatikan saja pendapat anda sendiri tentang kualitas hidup anda. Apapun yang anda rasakan saat ini tentang hidup anda, menunjukkan dimana selama ini anda berfokus.

Ubah fokus anda jika perlu, dan pilihlah fokus yang akan mendatangkan apa yang anda inginkan. Jaga selalu fokus anda, karena mungkin saja anda kembali ke fokus yang lama.

2.RASA SYUKUR ADALAH PENDORONG UTAMA

Rasa syukur adalah pendorong utama kebahagiaan. Dengan bersyukur, seluruh energi anda tetap terfokus pada hal-hal yang sebenarnya anda inginkan.

Jika anda kecewa, tidak puas, maka disadari atau tidak, maka fokus anda akan bergeser kepada pada hal-hal yang mendatangkan kecewa dan energi anda tercurah kesana. Anda segera bisa menghitung betapa seringnya rasa kecewa anda alami. Jika ini membuat anda tidak nyaman, segeralah bersyukur !

3.MANUSIA MENYUKAI KEBIASAAN

Psikolog ternama, Virginia Satir, pernah berkata bahwa daya yang paling kuat dari manusia adalah mempertahankan kebiasaan. Kita punya kecenderungan alami untuk menolak perubahan, terutama yang radikal.

Jika suhu tubuh tiba-tiba turun 20 derajat, atau keasaman darah turun beberapa PH, kita akan mati seketika. Tubuh dan otak kita mempunyai kontrol untuk menjaga keseimbangan yang disebut ‘homeostasis’.

Ketika kita mengalamai perubahan, maka sensor-sensor ‘kebiasaan’ di jaringan syaraf kita akan memperingatkan otak dan sistem tubuh akan mengambil tindakan untuk mengembalikannya ke kondisi stabil. Ini dapat menjelaskan mengapa banyak orang yang berusaha berubah tetapi kembali lagi ke kebiasaan lamanya.

Jadi, ketika anda bertekad untuk berubah, maka biasanya di fase awal berlangsung lancar, sampai mencapai ambang batas/ sensor2 kebiasaan tadi. Sehingga ada penolakan, baik dari tubuh maupun pikiran. Ini harus disadari & diterima sebagai bagian perubahan. Setelah itu, ketika kesetimbangan baru telah tercapai, maka anda akan merasakan ‘point of no return’ bahwa pikiran dan perasaan yang mengingatkan anda pada kondisi sebelumnya tidak lagi mengganggu anda. Itu berarti anda telah berhasil.

4.WHAT THE THINKER THINKS, THE PROVER PROVES

Menurut Robert Anton dalam buku “Promotheus Rising”, akal sebenarnya mempunyai 2 bagian; thinker/pemikir dan prover/pembukti.

Thinker sangat fleksibel, bisa berpikir bumi itu bulat atau rata, pria itu rasional dan wanita itu intuitif atau sebaliknya, ia bisa berpikir dunia ini sempit atau luas, dunia ini penuh penderitaan atau kebahagiaan, dan seterusnya.

Jargon NLP mengenai hal ini adalah “The lunch is not the meal and the map is not the territorry”.

Prover perilakunya sangat sederhana : apa yang dipikirkan ‘thinker’ maka ia akan membuktikannya. Ia akan memilih/mencari data-data di dalam otak anda untuk mendukung pernyataan ‘thinker’. Jika kita berpikir bahwa orang miskin adalah orang yang malas dan bodoh, maka ‘prover’ akan mencari bukti-bukti yang mendukung ide tersebut.

Jika kita meyakini diri kita bodoh, maka prover akan menyediakan bukti bahwa klaim tersebut ‘benar’ dan menolak bukti yang mengatakan sebaliknya, demikian pula jika kita menganggap diri kita ini brilyan. What the thinker thinks the prover proves.

Mudah sekali melihat hal ini pada orang lain, misal : “si Anu itu kok PD amat ? Padahal dia itu bla…bla…bla…” (sekarang anda bisa memahami mengapa si Anu demikian – karena the prover dalam dirinya memberikan bukti yang mendukung) tetapi ternyata sulit untuk menyadari hal yang sama pada diri sendiri, karena anda – begitu juga saya – percaya bahwa memang hal tersebut ‘sungguh-sungguh benar dan faktual’.

Padahal, mungkin itu hanya ‘limiting belief’ (kepercayaan yang membatasi) dikarenakan kita sudah terbiasa – lihat kembali no. 3.

5.PENERIMAAN ADALAH PELUMAS PERUBAHAN & PERKEMBANGAN

Penerimaan berarti bahwa kita mengenali realita dari situasi yang ada.

Penerimaan adalah lawan dari pengingkaran. Banyak orang menggunakan pemikiran positif untuk mengingkari realitas situasinya saat ini. Ini justru membuat keadaan makin buruk.

Dengan menerima kondisi apa adanya, anda berada di posisi yang paling baik untuk membuat perubahan. Jika seorang alkoholik telah mengakui dan menerima keadaannya, maka ia sudah berada di jalur yang benar untuk berubah.

6.YANG DIINGINKAN ADALAH ‘RASA’

Bukanlah ‘kaya raya’, ‘turun berat badan’, ‘bebas secara finansial’ dst yang diinginkan melainkan ‘rasa’ yang muncul ketika kondisi-kondisi tersebut tercapai.

Jangan salah paham, menjadi kaya, berlibur, hubungan yang harmonis, makan siang yang lezat adalah hal-hal yang menyenangkan, hanya saja, dengan pemahaman diatas, kita menyadari bahwa pengalaman eksternal tersebut tidak menjamin anda merasa bahagia, damai dan berpuas diri. ‘Rasa’ itu TIDAK bergantung pada hal-hal eksternal di atas. ‘Rasa’ itu adalah produk internal diri kita sendiri .

Ironisnya, semakin sering kita menggunakan ‘rasa’ tersebut, semakin cepat dan semakin mudah hal-hal eksternal tadi muncul dalam hidup kita. Jadi, biasakanlah (ingat kembali unsur no 3) diri kita dengan ‘rasa’ itu dan kita akan segera berada dalam situasi yang diinginkan.

7.BERSEDIALAH MENERIMA

Seandainya ada seseorang ingin memberikan uang 100 juta kepada anda, maukah anda menerimanya? Kemungkinan besar, anda akan bertanya dulu “apa syaratnya?”. Sejak awal, anda tak percaya bahwa itu gratis, karena anda TIDAK MERASA LAYAK MENERIMANYA.

Bahagia adalah hak lahir anda, jadi bersedialah untuk menerimanya.

Manusia menghabiskan waktu mengejar kebahagiaan, tetapi pada menit-menit terakhir – karena merasa tidak layak menerimanya – melakukan apapun untuk menghindarinya. Konyol, tetapi demikianlah kenyataannya.

Jadi kita perlu berkata pada diri sendiri “Saya memutuskan/mengijinkan diri saya untuk untuk berbahagia setiap saat”, dan terimalah (unsur no 5) apapun pikiran & perasaan yang muncul dan berterimakasih serta bersyukur karenanya (unsur no 2).

Lakukan setiap hari sampai engkau terbiasa dan tak merasa perlu melakukannya lagi (unsur no 3)

8.GUNAKAN AFFIRMASI PENUH KEKUATAN

Bahasa merupakan sarana utama untuk memfokuskan pikiran seseorang. Oleh karena itu, pemilihan kata-kata yang tepat dalam Affirmasi menjadi penting untuk mendapatkan fokus yang jelas dan bisa dibuktikan (tips no 4 : What the thinker thinks the prover proves)

Misalnya, affirmasi ‘saya ingin kaya’ dapat diubah menjadi ‘saya bersyukur semakin kaya’. ‘Saya mencoba menurunkan berat badan’ diubah menjadi ‘saya berhasil mengurangi berat badan saya’ dan seterusnya.

Pengalaman yang didapat adalah ‘bersyukur’, berhasil, dan ‘semakin kaya’ serta’ ‘mengurangi berat badan saya’ dapat diterima sebagai suatu progress/kemajuan tanpa mengingkari realita (unsur no 5).

9.SEMUANYA BAIK-BAIK SAJA, TAK ADA YANG PERLU DITAKUTKAN

Ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan hanya akan datang jika seseorang membayangkan hal-hal yang tidak menyenangkan di masa lalu atau di masa datang. Ketika kita mengijinkan diri kita untuk memikirkan hanya saat ini saja, maka kita akan menyadari bahwa semuanya baik-baik saja dan tak ada yang perlu ditakutkan.

Rasa takut berguna untuk mengingatkan kita sebagai bagian dari insting survival. Tetapi ketika dikombinasikan dengan kemampuan manusia untuk membayangkan masa lalu dan masa depan, ia hanya menciptakan problem seperti stress, was-was & rasa cemas.

Berhentilah membaca sesaat. Fokuskan perhatian anda pada napas anda dan ijinkan diri anda untuk mengamati pikiran dan perasaan yang mengalir melalui kesadaran anda.

Ingatlah, pikiran dan perasaan tersebut BUKANLAH anda, mereka hanyalah proses yang timbul dalam diri anda. Sensasi apapun yang muncul terhadap masa depan atau masa lalu anda adalah perasaan TENTANG pikiran, bukan terhadap realitas anda saat ini.

10.ANDA SUDAH BERADA DISANA !

Hal yang menghalangi anda untuk merasakan ketenangan dan kepuasan saat ini adalah gagasan bahwa ketenangan dan kepuasan ada DISANA, di tempat lain, di suatu saat nanti, di pengalaman yang berbeda, di kesempatan yang akan datang dan seterusnya.

Kenyataannya, ketika anda mencapai ‘disana’ maka, segera saja ‘disana’ itu berubah menjadi disini karena anda akan mempunyai gagasan-gagasan baru tentang adanya ‘disana-disana’ yang lain. Jadi berhentilah bergulat dengan kenyataan, sadarilah dan rasakan kenyamanan dari kesadaran anda bahwa anda selalu berada di TEMPAT YANG TEPAT.

Ketika anda mencari kedamaian, maka anda berasumsi bahwa anda tidak memilikinya. What the thinker thinks the prover proves, sehingga pikiran anda akan memfilter sedemikian rupa untuk membuktikan bahwa anda tidak memilikinya. Semakin anda mencari, semakin jelas dalam pikiran anda bahwa tidak memilikinya atau bahkan berpikir tidak layak mendapatkannya. Sehingga menjadi pencarian tiada akhir, atau akhirnya anda putus asa.dan memutuskan bahwa kedamaian (atau apapun
itu) tidak ada. Kalaupun ada, bukan untuk anda.

Berhentilah mencari. Kedamaian, cinta, kepuasan ada di dalam diri anda sendiri. Ketika anda berhenti dari kesibukan mencari hal-hal tersebut di tempat lain, ketika anda berserah diri dan pasrah, justru pengalaman-pengalaman yang anda inginkan mulai mendatangi anda.

KESIMPULAN

Jika kita membiasakan diri memfokuskan pikiran kita pada ‘rasa’ yang ingin kita dapatkan, maka kita berada di jalur yang tepat menuju ‘bahagia tanpa syarat’.

Itu karena segera ‘the prover ‘dalam diri kita akan memberikan bukti-bukti yang mendukung.

Gunakan affirmasi yang tepat disertai kesadaran bahwa bahagia adalah hak lahir anda dan bahwa anda memutuskan untuk menerimanya dan sudah berada di tempat yang tepat untuk menerimanya. Tak ada yang perlu diingkari Pengingkaran hanya membuat anda tidak mengenali situasi anda sendiri dengan jernih.

Fokuskan ‘rasa’ itu disini, di saat ini juga, bersedialah menerima pengalaman yang muncul dan bersyukurlah. Karena bahagia akan segera timbul dari dalam diri anda.

2 responses to “10 Unsur ‘Bahagia Tanpa Syarat’

  1. Subhanallah…tulisan yg inspiratif..sarat makna hidup.seandainya bisa merealisasikan, niscaya kita akan selalu merasa bahagia dan bersyukur menjalani setiap episode hidup ini..apapun bentuknya…jzklh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s